Kamar Mewah dalam Lapas

6 menit baca
Rustam Nasution ( Wisnu AJ)
Ditulis oleh Rustam Nasution ( Wisnu AJ) diterbitkan
Ilustrasi lapas. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ilustrasi lapas. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)

Temuan adanya klaster (kamar) dengan fasilitas mewah di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cibinong Kabupaten Bogor Jawa Barat, oleh Ombudsman RI ketika melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) pada 23 September 2026, bukan lah merupakan hal baru di dalam dunia Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) di Indonesia.

Jauh sebelum apa yang ditemukan oleh Ombudsman RI di Lapas Cibinong , juga terjadi dibeberapa Lapas dan Rutan yang ada di Indonesia. Hampir diseluruh lapas dan Rutan di Indonesia memiliki cerita miring tentang adanya diskriminasi terhadap Nara Pidana (Napi) atau warga binaan didalam lapas dan Rutan.

Bagi napi yang memiliki uang, mendapatkan pelayanan yang istimewa, mulai dari ruangan kamar yang dilengkapi dengan peralatan mewah, makanan yang diantar dari luar lapas dan Rutan sampai kepada bebasnya memiliki telepon genggam didalam lapas dan Rutan.

Pelayanan yang istimewa diberikan kepada napi bukan diberikan secara cuma cuma, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa, tapi melainkan harus bayar, sementara bagi napi yang tidak memiliki uang harus pasrah tinggal berhimpitan didalam kamar yang pengap, serta memakan makanan yang disediakan oleh lapas, minus empat sehat lima sempurna .

Kendati pun persoalan kamar mewah dibalik jeruji besi ini telah banyak terungkap kepermukaan melalui sidak yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan lapas, dan kemudian dilakukan tindakan, namun tindakan yang dilakukan tindak memutus mata rantai praktek praktek nakal yang dilakukan oleh oknum oknum yang bertugas di lapas dan Rutan.

Persoalan kamar mewah di dalam lapas dan Rutan terus terjadi secara berkesinambungan. Hal itu tentu saja melahirkan narasi ditengah tengah masyarakat. Kita tidak menuduh sulitnya pungutan liar (pungli) di dalam lapas dan Rutan itu diberantas, karena adanya keterlibatan banyak pihak mulai dari yang ada didalam lapas dan Rutan, sampai dilingkungan Dirjen dan Menteri.

Lezatnya Uang Napi

Didalam lapas dan Rutan para pemangku kepentingan yang punya kewenangan, tidak saja hanya merasa lezatnya sebuah makanan, tapi juga mereka merasakan betapa lezatnya uang para Napi . Makanya pungli di dalam lapas dan Rutan sulit diberantas, karena kelezatan uang napi membuat pemangku kepentingan di lapas dan Rutan menjadi kecanduan.

Begitu juga dengan para Napi yang biasa hidup mewah akan mencari celah agar dapat menikmati kemewahannya, sekalipun dari balik Jeruji Besi yang penuh dengan karat.

Temuan yang didapat kan oleh Ombudsman RI ketika melakukan Sidak ke Lapas kelas II A Cibinong mengingatkan kita kepada beberapa lapas dan Rutan yang menyewakan kamar/sel mewah didalam nya.

Lapas Kelas I Suka miskin Bandung merupakan salah satu lapas paling terkenal dalam sejarah temuan sel mewah yang dihuni oleh para Napi Korupsi. Dalam sidak yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditemukan kamar kamar khusus yang dimodifikasi . Fasilitasnya mencakup pendingin ruangan (AC) , televisi, kamar mandi modern dengan water heater, kasur pegas Spring bed, sofa, hingga interior dinding yang dilapisi kayu dengan rapinya .

Rutan Kelas I Cipinang Jakarta Timur, Rutan ini juga pernah diterpa issue serupa ketika pihak berwenang dan jurnalis mengungkap adanya diskriminasi fasilitas hunian.

Di rutan Cipinang terdapat blok blok khusus atau kamar yang bisa disewa oleh napi yang memiliki finansial lebih. Kamar kamar tersebut dilengkapi dengan fasilitas AC portable, penata udara, kasur busa yang nyaman dan televisi, yang sangat kontras dengan kondisi sel reguler yang mengalami kelebihan muatan (oper cafacity)

Ingat kasus Arta Lita Suryani yang terlibat dalam kasus suap terhadap jaksa Urip Tri Gunawan dan BLBI. Arta Lita setelah diponis penjara ditempatkan di Rutan Pondok Bambu. Didalam selnya, Arta Lita menempati sel mewah lengkap dengan ruangan perawatan kecantikan.

Selain Arta Lita, ada beberapa nama yang menempati sel mewah di dalam penjara. Hal itu terungkap ketika KPK melakukan Sidak di beberapa Lapas dan Rutan. Salah satunya ada nama Fahmi Darmawan Syah napi kasus korupsi yang menempati sel mewah di Lapas Suka Miskin Bandung. Bahkan Fahmi memiliki kamar asmara yang dapat disewakan. Kemudian Setya Novanto mantan Ketua DPR RI yang terlibat kasus korupsi e_KTP juga menempati sel mewah di lapas Suka miskin.

Kemudian ada nama Gayus Tambunan mantan pegawai pajak yang terlibat korupsi. Gayus tidak saja menempati sel mewah di lapas Suka miskin, tapi juga Gayus bebas ber pelesiran sampai ke Bali dan menonton pertandingan tennis di Bali. Dan Agusrin Najamuddin mantan Gubernur Bengkulu pernah kedapatan menempati sel mewah di lapas Suka miskin.

Sel mewah dalam lapas dan Rutan bukan hanya di tempati oleh para Napi koruptor. Tapi melainkan juga ditempati oleh para Napi Narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) ketika melakukan Sidak ke Lapas dan Rutan, menemukan Napi Narkoba Freddy Budiman menempati sel mewah di Rutan Cipinang. Sel mewah di Rutan Cipinang itu juga ditempati oleh gembong narkoba Haryanto Chandra alias Gombak. Serta Liana Rita siratu Narko juga menempati sel mewah di lapas Pondok Bambu. Dan beberapa nama lain nya.

Lantas untuk lapas Cibinong, adanya klaster mewah di lingkungan lapas yang di temukan oleh Ombudsman, yang diduga sebagai kamar mewah yang ditempati oleh Napi dengan fasilitas lengkap dan mewah. Yang saat ini sudah dibongkar, sebelum nya disebut sebut sebagai rumah dinas pegawai lapas.

Memang sulit untuk mempercayai bantahan yang dilakukan oleh pihak lapas, karena vidio hasil sidak itu menyebar di media sosial dan kemudian menjadi viral. Kehadiran Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jendral Pol (Prn) Drs. Agus Adrianto SH. MH dengan membawa rombongan wartawan, dan melihat rumah yang katanya rumah dinas keadaannya tidak lagi seperti yang ditemukan oleh Ombudsman, Properti yang tergolong mewah yang ada didalam nya sudah bebas ber syarat meninggal kan ruangan. Akhirnya kunjungan yang dilakukan oleh Menteri dan Dirjen nya dengan membawa serombongan wartawan, menjadi dagelan mempermalukan Menteri.

Klaster mewah

Adanya klaster mewah temuan Ombudsman ketika melakukan Sidak di Lapas Kelas II A Cibinong dan vidio sidak tersebut sudah beredar, kini menyisakan pertanyaan. Untuk siapa klaster mewah tersebut dibangun?. Karena Netizen kadung tak percaya terhadap bantahan yang disampaikan oleh pihak lapas dan Dirjen.

Media sosial kini dibanjiri postingan nama nama yang menempati klaster mewah di lapas Cibinong . Ada nama Freddy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri dalam kasus pembunuhan anak buah nya Josua Simanjuntak.

Kemudian ada nama Harvey Moeis, Suami artis Dewi Sandra yang terlibat kasus korupsi timah. Andy Pramono mantan Kepala Kantor Bea dan Cukai Makasar. Setelah itu ada nama Indra Kesuma atau Indra Kenz kasus investasi bodong Binomo. Lalu ada nama Rachmat Efendy mantan Walikota Bekasi. Dan nama Jimmy Masrin terpidana korupsi fasilitas pembiayaan ekspor LPEI kepada PT Petro energy.

Nah, disinilah perlunya keterangan yang benar-benar jujur dari pihak Dirjen dan Menteri siapa saja warga binaan yang menempati klaster mewah di lapas Cibinong itu. Apakah benar nama nama yang beredar di media sosial itu. Atau ada nama lain dari warga binaan yang menempati. Mengutip apa yang disampaikan oleh Menko Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra “ Jangan ada dusta diantara Kita “.

Untuk memutus mata rantai praktek praktek pungli, sewa menyewa kamar/sel mewah di lapas dan Rutan se-Indonesia, pertama bersihkan seluruh personil yang berada di lapas dan Rutan yang kedapatan melakukan pungli, sewa menyewa kamar/sel mewah di lapas dan Rutan. Kemudian pihak Dirjen dan Menteri harus sering melakukan Sidak ke lapas dan Rutan yang terindikasi melakukan tindakan melanggar hukum . Dengan adanya sidak rutin yang dilakukan oleh pejabat kementerian ke lapas dan Rutan, maka dengan sendirinya mata rantai pelanggaran hukum di lapas dan Rutan akan terputus. Semoga!

Tanjungbalai, 26 Oktober 2026

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Beranda 28 Okt 2026, 15:46

Tantangan Jurnalis di Era AI Bukan Lagi Soal Kecepatan

Perkembangan AI dan maraknya kreator konten membuat kecepatan bukan lagi keunggulan eksklusif media.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. (Sumber: Humas Indonesia)
Beranda 28 Okt 2026, 15:30

IDMC 2026 AMSI Dibuka, Bahas Masa Depan Media di Era AI dan Konten Kreator

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan industri media menghadapi tantangan serius terkait kepercayaan publik.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 13:29

Budaya, Etika dan Moral di Tengah Perubahan Zaman: Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Apa yang bisa kita definisikan kembali tentang budaya, etika dan moral dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun ini? Seharusnya budaya, etika dan moral maknanya tidak tercerabut dalam perubahan zaman

Hari Sumpah Pemuda meneguhkan kembali budaya, etika, dan moral di tengah perubahan zaman (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 12:46

Kala PKL Bandung Menunggu ‘Wahyu’ dari Balai Kota

Gerobak milik PKL yang menutup jalur pejalan kaki bukan urusan remeh. Begitu pula sampah, kemacetan, dan bangunan liar.

Petugas Satpol PP Kota Bandung melakukan penertiban bangunan liar di atas trotoar. Hal tersebut sebagai upaya lanjutan dalam pembenahan PKL di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 11:42

Nasi Timbel dalam Balutan Anyaman Sunda

Nasi timbel lengkap di Warung Kopi Gunung Ciwidey disajikan dalam anyaman bambu khas Sunda, dengan ikan asin balado dan rempeyek kacang renyah.

Hidangan yang di balut kearifan lokal. (Foto: Zahra Rihhadatul Aisy)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 08:06

Bukan Sekadar Tempat Ngopi: Cerita tentang Jeda di Kalatemu

Lebih dari sekadar tempat ngopi, Kalatemu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melepas penat, menyelesaikan tugas, dan menikmati jeda dari rutinitas sehari-hari.

Tampak depan Kalatemu dengan logo kafe yang menjadi identitas tempat tersebut di Jalan Manisi, Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Yuhan Safarah)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 20:11

Kamar Mewah dalam Lapas

Pungli di lapas ada uang ada kamar mewah

Ilustrasi lapas. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 19:00

Perguruan Tinggi di Bandung dan Karhutla

Karhutla sering terjadi di Indonesia sehingga diperlukan upaya-upaya agar tidak terjadi lagi di masa datang dengan aktifnya kampus atau Perguruan Tinggi berpartisasi dalam pencegahannya

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Sumber: Bidang Komunikasi Kebencanaan)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 18:02

Jejak Kenangan: Famor Radio Idola Bandung Era 80-90-an

Di Bandung, salah satu nama yang pernah mewarnai kehidupan pendengar pada era 1970-an hingga 1980-an adalah Radio FAMOR.

Booklet pedoman acara Radio Famor 1260 kHz yang memuat berbagai pilihan program siaran sepanjang tahun 1988. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 16:30

Karhutla Jauh dari Kota Bandung, namun Ibarat Kebakaran Halaman Rumah Sendiri (Bagian 1)

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia bukan lagi masalah jauh. Dampaknya nyata merusak alam, mengancam kesehatan dan merugikan ekonomi—layaknya halaman rumah kita sendiri yang sedang membara.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan Gunung Semeru. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 15:23

Kita Menghirup Asap yang Sama

Dampak asap karhutla.

Ilustrasi polusi asap kebakaran. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 14:54

Santri Inovator: Menghadirkan Religiusitas dalam Teknologi

Hadirnya santri dalam memrakarsai kebaruan dan inovasi menjadikan optimisme bagi sumber daya di negeri ini. Sekalipun masih ada yang skeptis.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Ayo Biz 27 Okt 2026, 11:57

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala

PLN Nusantara Power UP Cirata bersama Gemapala perkuat kesiapsiagaan bencana dalam momentum Hari Sumpah Pemuda melalui aksi nyata.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:54

Spiritualitas Santri dalam Menerjemahkan Zaman yang Kian Apokaliptik

Peringatan hari santri nasional selalu ditandai dengan frasa resolusi jihad. Tetapi, apakah maknanya mulai bergeser mengikuti arah zaman? Atau ini menjadi titik balik dalam menumbuhkan spiritualitas?

Kegiatan setoran hafalan Quran Santri Cianjur. (Sumber: Yayasan Huda Cendekia)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:33

Smart Education City Siapkan Pekerja Bandung Hadapi Era Industri 4.0

Tantangan Bandung adalah mengubah modal SDM menjadi kompetensi yang relevan, pekerjaan yang bermutu, dan produktivitas yang meningkat.

Walikota Bandung Tanda Tangani Kemitraan Strategis Kolaborasi Kota Bandung sebagai Kota Pendidikan (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 08:59

Dari Bandung Teknologi Pendukung untuk Mitigasi Karhutla Bisa Diintegrasikan

Pencegahan pembakaran lahan, penegakan hukum, pemulihan ekosistem gambut, pengawasan kegiatan usaha, serta partisipasi masyarakat tetap menjadi agenda utama

Perlu mengembangkan drone buatan PT Iter Aero di Bandung untuk mitigasi Karhutla (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 19:02

Media Sosial sebagai Mesin Pencari Utama Generasi Muda

Media sosial sebagai sarana pencari informasi generasi masa kini

Ilustrasi berbagai ikon platform media sosial populer seperti TikTok dan Instagram yang kini kerap digunakan sebagai sarana pencari informasi. (Sumber: Pixabay | Foto: BiljaST)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 17:00

Tahura Djuanda, Hutan Raya yang Penyimpan Jejak Sejarah

Tahura Djuanda di Dago Pakar, Bandung, menawarkan hutan sejuk, Gua Belanda, Gua Jepang, museum, dan Curug Omas untuk liburan alam dan sejarah.

Gelang masuk Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung.
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 16:36

Bandung dan Pusat Mata Nasional:  Solidaritas bagi Korban Karhutla Kalimantan

Segenap urang Bandung memiliki momentum yang amat mulia untuk menunjukkan bahwa solidaritas antardaerah tidak berhenti pada rasa prihatin.

Aeshtetic Eye Care & Dry Eye Clinic di RS Mata Cicendo. (Sumber: RS Mata Cicendo)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 16:02

Menata Kiaracondong, Menjaga Mata Pencaharian: Tantangan Kepemimpinan Pemerintah

Adanya Penertiban 77 lapak pedagang kaki lima di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, Pada Senin, 12 Oktober 2026. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan bagaimana pemerintah menjalankan perannya.

Puluhan pedagang di kawasan Pasar Kiaracondong membongkar bangunan yang ditempati secara mandiri, Senin, 12 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemkot Bandung)